Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Mengikuti Pergerakan Minyak Dunia
Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Pertamax merupakan jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang harga jualnya mengikuti pergerakan harga minyak dunia, bukan bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Meskipun harga Pertamax naik, harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih tergolong lebih murah dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara.
Harga BBM Nonsubsidi Tersebut Lebih Murah dari Negara Asia Tenggara Lainnya
Teddy menjelaskan bahwa sejak kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina, harga Pertamax per liter di Indonesia telah naik menjadi Rp16.250 dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Meskipun demikian, harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga BBM RON 92/95 di negara-negara seperti Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.
Harga Minyak Dunia Naik, Namun Pemerintah Tetap Menahan Kenaikan
Menyikapi kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pemerintah Indonesia tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tanpa kenaikan. Meskipun harga Pertamax naik, namun tetap lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga BBM RON 92/95 di negara-negara tetangga. Sekretariat Kabinet turut memaparkan perbandingan harga BBM di beberapa negara Asia Tenggara untuk memberikan gambaran klarifikasi terkait masalah ini.
Dalam konteks yang sama, BEM Universitas Indonesia bersama mahasiswa dari berbagai kampus turut menyuarakan tuntutan, termasuk menurunkan harga BBM. Namun, saat ini yang mengalami kenaikan hanyalah harga BBM nonsubsidi, sementara harga BBM subsidi masih tetap stabil.












