Suhu Panas Ekstrem Picu Pemadaman Listrik Massal di Prancis, 68.000 Rumah Terdampak
Pada Rabu, 24 Juni 2026, gelombang panas ekstrem di Eropa telah menyebabkan gangguan serius pada infrastruktur di wilayah barat laut Prancis. Tak kurang dari 68.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik akibat kondisi tersebut.
Gangguan Pada Jaringan Listrik
Pemerintah daerah Finistere di pesisir barat laut Prancis melaporkan bahwa pemadaman tersebut terjadi karena suhu udara yang sangat tinggi. Meskipun demikian, tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Pemadaman terjadi setelah terjadi gangguan pada transformator jaringan listrik akibat suhu ekstrem. Gangguan listrik pertama kali terdeteksi di komune Ergue-Gaberic, dekat Kota Quimper, wilayah Brittany pada Selasa, 23 Juni 2026.
Proses Perbaikan Berlangsung
Tim dari operator jaringan listrik RTE dan Enedis telah bekerja sejak malam hari untuk memperbaiki jaringan yang terganggu. Namun, proses normalisasi pasokan listrik membutuhkan waktu lebih lama, dan belum sepenuhnya terselesaikan pada Rabu pagi.
Diperkirakan lebih dari 106.000 pelanggan kehilangan aliran listrik pada Selasa malam akibat gangguan tersebut. Wilayah Finistere termasuk dalam daftar 58 wilayah dengan status peringatan merah karena suhu ekstrem.
Badan meteorologi memperkirakan suhu di sejumlah wilayah Prancis, dari Brittany hingga Paris, dapat mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius sepanjang hari Rabu. Fenomena ini dipengaruhi oleh pola atmosfer dan sirkulasi udara yang menyebabkan massa udara panas bertahan lama di wilayah tersebut.
Situasi ini diperparah oleh dampak pemanasan global yang meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di banyak negara Eropa. Hingga Rabu sore, operator listrik dan otoritas setempat terus berupaya memulihkan jaringan listrik demi kembali normal bagi puluhan ribu pelanggan yang terdampak.












