DPRD Pangandaran: 3% APBD Darurat Sampah Wisata

Rencana Induk Pengelolaan Sampah dan Penanganan Sampah Pariwisata di Pangandaran

Solusi Terpadu untuk Masalah Sampah

Permasalahan sampah di destinasi pariwisata seringkali menjadi tantangan besar yang memerlukan penanganan serius dari seluruh pihak terkait. Di Pangandaran, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Asep Noordin, mendorong percepatan implementasi Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) dan pengadaan kapal pembersih laut untuk mengatasi masalah sampah di wilayah tersebut.

Asep Noordin menyadari bahwa kebersihan laut dan daya tarik pariwisata Pangandaran harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, pengadaan kapal pembersih laut menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan sampah di destinasi wisata tersebut.

Pendekatan Pengelolaan Sampah yang Menguntungkan

Mengutip contoh Banyumas, Asep Noordin menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi sumber pendapatan baru. Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sampah dapat diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk keperluan industri. Alokasi anggaran 3 persen dari APBD untuk pengelolaan sampah turut mendapat perhatian, dengan harapan setiap daerah menjalankannya sesuai dengan instruksi presiden.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga diminta untuk memperkuat infrastruktur kelembagaan dalam upaya mitigasi penanganan sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) harus meningkatkan kualitas supervisi terhadap pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Semua pihak, termasuk pelaku jasa wisata air, diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan laut dan pantai Pangandaran.

Proyeksi Pengelolaan TPA dan Beach Clean Machine

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah, Kabupaten Pangandaran telah merencanakan tiga titik lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di beberapa wilayah. Asep menegaskan bahwa TPA tidak boleh menerima sampah medis dan harus melalui pengolahan khusus. Pengadaan Beach Clean Machine juga didorong untuk memastikan proses pembersihan pasir pantai dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Dengan langkah-langkah konkrit dan kolaboratif antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan masalah sampah di Pangandaran dapat teratasi dengan baik. Upaya ini tidak hanya akan menjaga keindahan alam, tetapi juga mendukung perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Source link