Pangandaran Segera Hadapi Tantangan Fiskal di Akhir Tahun
Pangandaran, 12 Agustus 2026 – Kabupaten Pangandaran tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan fiskal di penghujung tahun dengan langkah-langkah preventif yang tegas. Diskusi panjang di ruang rapat DPRD Pangandaran pada 8 Agustus 2026 menjadi titik penting untuk menjaga kelangsungan keuangan daerah.
Langkah Preventif DPRD Pangandaran
Komisi IV DPRD Pangandaran, di bawah kepemimpinan Jalaludin, telah secara cermat mengevaluasi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Para wakil rakyat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kajian mendalam terhadap setiap angka dan target dalam APBD untuk memastikan keseimbangan yang presisi antara pendapatan dan belanja daerah.
Jalaludin menekankan pentingnya disiplin anggaran sebagai pembelajaran berharga dari masa lalu. Kebiasaan menetapkan belanja tanpa mempertimbangkan pendapatan yang realistis dapat mengakibatkan masalah utang daerah yang berlarut-larut.
Upaya Efisiensi Anggaran tanpa Mengorbankan Layanan Masyarakat
Komisi IV juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan dengan cerdas tanpa memberikan dampak negatif pada pelayanan dasar masyarakat. Sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar diprioritaskan untuk tetap berjalan tanpa kompromi.
Legislator Pangandaran yakin bahwa APBD Perubahan 2026 harus memberikan dampak positif nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Setiap pengeluaran diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan bukan hanya sebagai rutinitas birokrasi semata.
Dengan langkah-langkah preventif yang diambil, Pangandaran siap menghadapi tantangan fiskal dengan penuh kewaspadaan dan tanggung jawab. Semua pihak terlibat berkomitmen untuk menjaga keseimbangan keuangan daerah demi menghindari masalah gagal bayar yang merugikan.












