Berita  

Profil Joko Purnomo: Petani Ngawi dalam Pidato Prabowo

Petani Jawa Timur Disebut dalam Pidato Kenegaraan Prabowo

Pada Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Joko Purnomo, seorang petani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, disebut oleh Presiden Prabowo Subianto. Meskipun bukan pejabat atau tokoh politik terkenal, namanya mendadak mencuat ke permukaan.

Petani Sejati dengan Dedikasi Tinggi

Joko Purnomo bukanlah seorang petani biasa. Ia telah menjalani kehidupan di tengah sawah selama sekitar 20 tahun. Dilahirkan dari keluarga petani dan tumbuh dalam lingkungan pertanian, Joko memang sudah terbiasa dengan kehidupan sebagai petani sejak kecil. Bahkan melihat sang ayah berangkat bekerja ke sawah setiap pagi adalah bagian dari kenangannya.

“Kami lahir jadi anak petani. Jadi, kami jadi petani ini mulai lahir,” ujar Joko Purnomo. Tidak hanya mengelola sawah, tetapi Joko juga menjadi Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sri Makmur di desanya. Perannya tidak hanya dalam mengelola pertanian, tetapi juga dalam mendukung efisiensi kerja petani lain di sekitarnya.

Perjalanan Panjang Menuju Kesuksesan

Keberhasilan Joko sebagai petani dan penggerak pertanian di desanya tidak didapat secara instan. Pada awalnya, saat terpilih menjadi Ketua Kelompok Tani pada 2006, Joko tidak mengetahui banyak hal tentang tugas yang diembannya. Namun, bukannya mundur, Joko malah belajar dan terus berupaya memahami perannya.

Selama bertahun-tahun, perjalanan Joko sebagai petani mengalami berbagai tantangan, termasuk keterbatasan modal. Untuk meningkatkan efisiensi kerja di sawah, ia bahkan harus menggadaikan BPKB kendaraannya untuk membeli hand traktor. Keputusan dan usaha gigihnya membawa Joko pada jalan kesuksesan dalam bidang pertanian.

Saat ini, Joko telah menggunakan berbagai teknologi pertanian, mulai dari metode dapog hingga sumur submersible, untuk mendukung produktivitas pertanian di desanya. Dedikasinya terhadap pertanian membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras dan ketekunan, tanpa harus memandang dari status sosial atau jabatan.

Source link