Iran Serukan AS Terima Kekalahan dalam Konflik
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Iran menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk menerima kekalahan dalam konflik yang terus berlanjut. Sementara itu, Presiden Donald Trump memberikan tanggapannya dengan mengecam Teheran sebagai “sangat jahat” dan mengingatkan warga AS untuk bersiap menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak dari perang yang sedang terjadi.
Pernyataan dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka dan ditutup atas perintah Iran. Beliau juga mengingatkan bahwa Iran akan terus memberlakukan blokade selama AS dan pihak lain tidak mengakui kekalahan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Peringatan dari Presiden Donald Trump
Di sisi lain, Donald Trump meminta warga AS untuk siap menerima harga BBM yang lebih tinggi selama konflik terus berlanjut. Menurutnya, membayar sedikit lebih mahal untuk bahan bakar merupakan upaya untuk mencegah “negara yang sangat jahat” memiliki senjata nuklir. Trump juga mengungkapkan rencananya untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran.
Dalam konteks ekonomi, harga BBM di AS mengalami kenaikan signifikan, mencapai rata-rata US$4,08 per liter pada 14 Agustus. Hal ini menimbulkan dampak inflasi dan kekecewaan di kalangan pemilih, dengan harga BBM naik sebesar 29 persen dari tahun sebelumnya menurut American Automobile Association.
Donald Trump, yang kembali berkampanye untuk pemilihan presiden, menjanjikan untuk menurunkan biaya energi. Sementara itu, Partai Demokrat mencoba menyoroti dampak perang sebagai isu utama dalam pemilihan kongres yang akan datang.
Penutupan
Dengan harga minyak mentah yang terus naik dan ketegangan antara Iran dan AS yang belum mereda, situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Iran terus meningkatkan retorika dan memberlakukan blokade sebagai tindak lanjut dari konflik yang berlarut-larut.












