Kritik PDIP terhadap Kasus Keracunan Program MBG di Sumatera Utara
Pada Selasa, 18 Agustus 2026 – pukul 08:14 WIB, PDIP mengungkapkan kritik terhadap serangkaian kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa sekolah di Sumatera Utara akibat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kritik terhadap Sistem Pengawasan Pemerintah
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyoroti berulangnya kejadian ini sebagai indikasi bahwa sistem pengawasan pemerintah tidak efektif. Menurutnya, ada keterlibatan pihak-pihak yang berupaya mencari keuntungan melalui penurunan kualitas makanan.
Hasto menyampaikan kritik tersebut dalam keterangan pers setelah menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta. Dia menekankan perlunya pemerintah untuk merevisi dan mengevaluasi secara menyeluruh tata kelola serta mekanisme penyaluran program MBG.
Revisi Program dan Pendekatan Partisipatif
PDIP menegaskan pentingnya melakukan revisi menyeluruh terhadap program tersebut. Hasto juga menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam penanganan gizi rakyat. Sebagai contoh, keberhasilan program serupa di daerah yang dilaksanakan oleh beberapa tokoh politik dari PDIP.
Hasto menekankan bahwa program pemenuhan gizi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan UMKM lokal untuk memastikan kesegaran dan mutu makanan. Pemerintah pusat diharapkan lebih fokus sebagai penjamin dan pengawas kualitas, sementara pelaksanaan program dapat dilibatkan aktif melalui pendekatan partisipatif.
Penutupan 1.300 Dapur MBG oleh BGN
Pada 17 Agustus 2026, Badan Gizi Nasional diketahui telah menutup sekitar 1.300 dapur MBG atau SPPG dalam tiga minggu terakhir. Penutupan dilakukan terhadap dapur yang tidak memenuhi standar keamanan dan gizi yang ditetapkan.












