Berita  

6 Cara Mengatasi Tekanan Politik di Organisasi

Idrus Marham Soroti Peran Penting Pengurus Wilayah dan Cabang dalam Pemilihan Pemimpin NU

Pada Selasa, 25 Agustus 2026, Anggota Majelis Penasehat Organisasi (MPO) IKA PMII, Idrus Marham, memberikan penilaian mengenai peran pengurus wilayah dan pengurus cabang dalam menentukan pemimpin terbaik Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar NU ke-35.

Pemimpin Ideal untuk PBNU

Menurut Idrus, seorang pemimpin yang akan memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika organisasi dan perkembangan masyarakat. Pemimpin NU ke depan harus mampu membawa organisasi ke arah yang lebih terarah tanpa terjebak dalam tekanan politik dari luar.

Kewaspadaan terhadap Politisasi dalam NU

Idrus juga mengingatkan akan potensi politisasi dalam NU. Menurutnya, NU membutuhkan pemimpin yang dapat memastikan organisasi tetap berjalan sesuai dengan nilai dan arahnya, tanpa terpengaruh oleh kepentingan pragmatis. Idrus merasa perlu untuk mengawasi adanya perilaku politik yang mungkin muncul di tubuh NU, baik dari pengurus maupun anggota.

Peran Pengurus Wilayah dan Cabang

Idrus menegaskan bahwa keputusan terkait pemimpin NU tidak hanya tergantung pada figur yang bersaing. Pengurus wilayah dan cabang memiliki peran krusial dalam menentukan pemimpin yang akan dipilih pada Muktamar NU ke-35. Mereka diharapkan dapat memilih pemimpin berdasarkan kebutuhan organisasi, bukan karena tekanan dari pihak tertentu.

Pemimpin yang dipilih diharapkan mampu mengakomodasi dinamika internal NU dan tetap mempertahankan arah dan visi organisasi. Keberlangsungan NU ke depan sangat ditentukan oleh kesadaran dan kebijakan dari para pengurus di tingkat wilayah dan cabang.

Source link