Anak Korban Pengeroyokan di Pejompongan, Jakarta Pusat, Ingat Pesan Baik dari Sang Ayah
Sebuah kisah sedih terjadi saat Bambang Setiawan (60) menjadi korban jiwa dalam peristiwa pengeroyokan saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 27 Agustus 2026. Wisnu (35), anak dari Bambang Setiawan, merasakan duka yang mendalam atas kepergian sang ayah.
Kenangan Pesan Hidup dari Sang Ayah
Di tengah kesedihan yang mendalam, Wisnu mengingat berbagai pesan hidup yang selalu disampaikan oleh sang ayah. Salah satu pesan yang sangat melekat dalam ingatannya adalah tentang pentingnya berbuat baik kepada siapa pun tanpa membeda-bedakan.
Menurut Wisnu, sang ayah selalu menekankan agar tidak memilih-milih dalam berbuat baik kepada orang lain karena kebaikan apa pun bisa membawa seseorang ke arah yang lebih baik di masa depan. Pesan itu sangat berarti bagi Wisnu dan selalu ia ingat hingga kini.
Prinsip Konsistensi dan Konsekuensi
Bagi Wisnu, pesan tersebut mencerminkan prinsip hidup yang dipegang teguh oleh Bambang. Selain berbuat baik tanpa pandang bulu, sang ayah juga selalu mengajarkan tentang pentingnya konsistensi dan konsekuensi atas setiap tindakan yang diambil.
Wisnu menjelaskan bahwa Bambang adalah sosok yang sangat disiplin. Rutinitas harian sang ayah begitu teratur sampai-sampai orang-orang terdekatnya mengenal betul kebiasaan sehari-hari yang ia lakukan. Meski kesibukan membuat keduanya jarang berbincang panjang, namun setelah kepergian Bambang, Wisnu semakin memahami bagaimana sang ayah menjalani kehidupannya.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbuat baik, konsisten, dan menerima konsekuensi atas tindakan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.












