Situasi Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Meningkat
Kondisi Terkini Karhutla
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Meskipun demikian, di tiga provinsi Sumatera yakni Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, jumlah titik panas secara umum relatif menurun.
Pantauan Peningkatan Titik Api
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP. Panjaitan menyatakan bahwa terdapat kenaikan jumlah titik api dengan jarak pandang berkisar satu hingga dua kilometer di Kalimantan. Sedangkan, peningkatan titik panas di Sumatera Selatan mencapai 209 titik sehingga totalnya mencapai 1.013 titik panas.
Penyebab Karhutla
Kondisi karhutla disebabkan oleh faktor-faktor tertentu seperti kebakaran hutan yang merajalela di beberapa wilayah, dan dimungkinkan oleh kesalahan manusia dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu api.
Dampak Polusi
BNPB juga memantau sebaran polutan berdasarkan prediksi BMKG. Sebaran polutan di sejumlah wilayah Kalimantan diperkirakan masih relatif pekat, sementara di Papua dan Jawa cenderung mengalami penurunan intensitas sebaran polutan. Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara dan melakukan langkah pencegahan apabila kondisi udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.












